Ke puncak asmara!

by admire on May 5, 2005

Seperti yang sudah Icha bilang, akhirnya dia resign juga. Jadilah hari-hari saya layaknya pegawai biasa yang ke kantor absen, ketemu klien dan pulang. Gak ada lagi seru-seruan ketemu dan liatin Icha di dalamnya.

Dengan sangat melankolisnya saya masih suka menegok kubikalnya yang biasa dipakai meeting pagi-pagi oleh teamnya dia. Belum lagi parkiran yang ditinggalkannya. Parahnya dia biasa parkir di depan pintu masuk kantor. Jadi khan saya kepikiran terus. Mungkin tukang parkir di situ juga curiga kali saya suka celingak-celinguk ke arah parkiran! Mana tampang saya mirip tukang congkel spion pula.

Anyway, kantor saya kini sedang merencanakan akan mengadakan outing di puncak. Tapi bukan itu yang membuat saya exiting. Melainkan karena dari kabar yang saya dengar dari anak-anak kantor, Icha mau nengok saya (eh nggak deng, mau nengok kawan-kawannya di puncak pas outing nanti!) Katanya kebetulan dia sedang mau ke villa milik keluarganya, jadi sekalian mampir. Wuiih senangnya bukan main deh. Paling tidak kerinduan saya bisa terlampiaskan dari sekedar liat parkiran mobil.

Kejadian deh hari itu di puncak saya nggak kosen sama acara outingnya. Team building lah, team work lah, yang pake acara gendong-gendongan, loncat-loncatan semua berlalu begitu saja. Waktu tidur pun terlewati tanpa kesan. Apalagi tidurnya kebagian di tempat yang jauh dari nyaman. Sumpah deh, ini outing salah satu bank terbesar di Indonesia tapi fasilitasnya payah abis.

Tanpa sadar seluruh acara pun sudah diselesaikan selama dua hari. Dan malam terakhir adalah acara bebas. Saya memilih main gitar dengan kawan-kawan sambil menikmati udara malam yang segar.

“Eh Icha! Dari mana? Bisa sampai disini juga!”

Saya langsung menengok kearah yang ditunjuk anak-anak. Emang deh nih manusia kecil satu ini termasuk kalangan seleb. Banyak bener yang langsung menyadari kehadirannya ketika dating. Saya sendiri mencoba behave alias jaga sikap. Malu juga kalau ketahuan anak-anak yang lain kalau saya ngarep Icha datang! Apalagi saya lihat ia sudah bersama cowoknya itu!

“Hi cha!” kata saya singkat.

“Hi…” katanya tak kalah singkat sambil duduk bersebrangan dengan saya

Mata saya pun terpaku pada gitar tanpa berani menatapnya lagi. Padahal kalau gak ada orang lain dan urat malu saya putus saya udah:

Berteriak “Icha saya kangen kamu!!” Sambil joget-joget ditengah lapangan bareng sahrukhan.

Tapi kebahagian ala film India itu tidak berlangsung lama. Karena selang beberapa saat Icha sudah menghilang bersama cowoknya yang mengajaknya beranjak dari tempat itu. Saya pun akhirnya memilih menyendiri di dalam mobil, untuk sekedar merebahkan diri. Maklum tempat tidurnya di kamar sudah dikapling orang lain.

“Woooyy…bangun woooyy” Kawan saya setengah berteriak sambil mengguncangkan tubuh saya yang ketiduran di jok belakang mobil.

“Icha ngajakin ke Villanya tuh, katanya mending nginep disana dari pada disini gak jelas tidurnya! Gimana mau gak?” tanya kawan saya yang lain.

“Sama siapa ajah” kata saya sambil mengusap mata yang masih pedes.

“Biasalah cowoknya, dua cewek-cewek itu, sama kita cowok-cowok bertiga! Villanya gak jauh koq”

Hmm…semalaman sama Icha? Sounds good to me! Gak papalah dia sama cowoknya, yang penting saya bisa sama-sama dia lagi.

“Ya udah kita berangkat deh!”

Dan kami pun pergi meninggalkan villa acara itu untuk beranjak menyusul Icha.

{ 1 comment… read it below or add one }

Dewi September 14, 2009 at 12:57 pm

Jadi penasaran di villanya ngapain ajah?? lanjutin yah…

Reply

Leave a Comment

Previous post: Akhirnya harus berpisah

Next post: Ke puncak Asmara! (Part 2)

</