Lagi-lagi cerita ini melibatkan dua orang kawan baiknya Icha yang sudah saya singgung sebelumnya. Well, Guess what, saya akhirnya berteman baik dengan keduanya. Sering kali saya dan dua orang teman saya yang lain beberapa kali jalan dengan mereka ini. Sekedar makan, berangkat kantor bersama atau bahkan main ke rumah salah satu kawan saya. Tapi sayangnya tidak pernah sama Icha (*ngarep mode on).
Begitu juga sore itu. Sehabis pulang kantor kami berlima, saya, dua kawan laki-laki saya dan dua temannya Icha ini memutuskan untuk melepas penat di rumah kawan saya. Biasanya sih cuma sekedar nonton DVD, dengar musik atau makan hasil masakan kami sendiri. Kebetulan kawan saya itu hanya tinggal sendiri tanpa orang tuanya.
Salah satu temannya Icha: “Eh, Icha lagi deket sini deh perasaan, ajak ke sini ajah kali yah?”
TUIIITTTTT…TUIIITTTTT….TUIIIITTTT….Alarm di kepala saya langsung menyala. Icha? Ke rumah ini? And spend a few time with us? That will be great!
Saya: ” ya udah, ajakin ajah…rame khan jadi seru tuh!” ujar saya beralasan.
Salah satu temannya Icha: “Ya udah telefon gih!”
Seolah mendapat restu. Saya pun memberanikan diri untuk menelfon Icha untuk kali ini.
suara Icha disebrang sana: “Halloo…”
Btw, suara sapaan Halo si Icha ini begitu khas. Saya suka bener nadanya, beda dari yang lain. Dimulai dengan kata Ha…yang agak halus kemudian agak tertahan dan kemudian disambung dengan Lo yang bernada lebih rendah sedikit. Gosh, enak deh didengernya! I wish sayah bisa rekam suara halo itu untuk disimpen.
Saya: “Halo Cha, lagi dimana nih?”
Ia pun menyebutkan suatu tempat yang memang dekat dengan tempat kami sekarang.
Saya: “Main ke sini Cha, ada dua ibu-ibu yang nungguin nih…” Dua kawannya berteriak memanggil namanya dari jauh.
Terdengar suara tawa kecil Icha dari seberang sambungan telefon.
suara Icha disebrang sana: “Emang lagi pada apa? Ada acara apaan?”
Saya: “Nggak sih, Iseng ajah nonton-nonton DVD, ayo kesini donk Cha!”
suara Icha disebrang sana: “Hmmmm…ya udah deh, nanti gue kesana alamatnya SMS-in yah!”
Yiiiipiiieeee….ternyata sedikit keberanian saya membuahkan hasil! Coba dari dulu saya mengajak Icha ini dan itu. Jangan-jangan ceritanya bisa lain, Jangan-jangan dia mau jalan sama saya…Ah…udah lah…yang penting sekarang dia mau kesini. Tinggal menunggu kedatangannya.
