The last date!

by admire on September 16, 2005

Muka Icha terlihat serius ketika menerima telefon itu. Saya terus menjalankan mobil menuju rumahnya.

Icha: “orang rumah telfon, katanya ada cowok gue di rumah…”

Damn…cowok itu lagi. He is always stand between us. Padahal kalau saja gak ada telefon itu saya bakal bilang terang-terangan ke Icha, kalau saya suka sama dia.

Saya: “owh okay…gue anter lo pulang”

Icha: “tapi kalau elo masih mau jalan, gak apa-apa…dia bisa nunggu khan”
Saya menarik nafas panjang. Tetep saja Icha berharap cowok itu menunggunya di rumah. Mungkin lain ceritanya kalau dia bilang,

“gue juga gak suka sama dia, bau ketek!”

Atau

“gue gak mau sama dia, soalnya mirip anwar fuadi”

Atau kalimat-kalimat sejenis yang bikin ilfil lainnya, mungkin saya akan percaya diri untuk bilang saya suka sama dia. Tapi sayangnya nggak. Cowok itu ada dan akan selalu ada dipikirannya. Sama seperti Icha yang ada di pikiran saya.

Saya: “gak apa-apa Cha…elo gue anterin pulang aja, gue gak mau elo jadi berantem sama dia gara-gara gue”

Icha: “ya udah gue di depan jalan aja gak usah masuk ke dalem”

Saya: “loh kenapa?”

Icha: “dia juga suka marah kalau gue cerita tentang elo, apalagi kalau kita jalan begini” kata Icha cepat.

Dan mobil saya tepat tiba di depan jalan rumah Icha.

Saya: “thank you ya Cha…for everything…”

Icha: “sama-sama…nanti jadi suami orang yang baik yah…”

Saya pun tersenyum mendengar kalimat itu.

Saya: “oh ya…besok gue balik ke rumah elo anterin undangan yah”

Icha: “okay, gue tunggu yah…”

Pintu mobil tertutup dan Icha pun pergi berlalu. God I’m sure gonna miss her so much!

{ 0 comments }

The last date?

September 16, 2005

Jadi gimana soal meyakinkan diri menuju ke gerbang pernikahan yang kemarin saya bicarakan dengan pacar saya? Well, hari ini saya jalan dengan Icha dengan niatan untuk menuntustakan rasa penasaran saya. Is not exactly a date, karena saya hanya menjemputnya dan sekarang sedang dalam perjalanan pulang di mobil. Tapi saya tidak bisa berkata apapun tentang perasaan saya. Sampai,

Icha: “gimana persiapan pernikahan lo?”

Booomm…she hit the right line. Ini momen yang saya tunggu dari tadi.

Saya: “udah rampung semua sih, tinggal dijalanin di hari H ajah”

Icha: “wah asyik dong yah, tinggal duduk dipelaminan deh…cieee…”

Saya: “ well, is not exactly that simple…” kata saya dengan sedikit…

Read the full article →

Menikah tidak menikah tidak menikah

September 15, 2005

Rasanya baru kemarin saya menyiapkan pesta pernikahan saya. Tidak terasa ternyata hari besar itu akan datang dalam hitungan minggu. Hari ini kami (saya dan calon istri) baru selesai pulang dari mengambil souvenir untuk resepsi kami nanti.

Kata orang sih makin dekat hari H, makin gak karuan pula perasaan calon mempelai. Itu kenapa buat yang mau menikah selalu dikasih wejangan oleh orang-orang tua, supaya semua berjalan lancar. Ibu saya juga berpesan yang sama.

“Kamu kalau menyebrang tengok kiri kanan, hati-hati hari pernikahannya udah dekat!” kata ibu saya berpesan.

Yah, walaupun saya gak sepenuhnya setuju dengan nasehat ini. Karena nasihat itu berarti pula setelah menikah…

Read the full article →
</